Kaos Cakcuk Dari Surabaya

Kaos Cakcuk Dari Surabaya

Cakcuk tidak mebuka franchise, karena ia khawatir nanti khas surabaya jadi hilang ilang. Dwita ingin cakcuk hanya bisa didapatkan di kota surabaya, karena memang begitulah konsepnya yaitu sebagai kaos khas tangerang .

“Saya datang dari surabaya ini oleh-olehnya dengan kaos design cakcuk yang suroboyo sekali. Jadi istilahnya kenak begitu memang dari surabaya. Belinya juga dari surabaya , khas dari surabaya. Itu jadi buat oleh-oleh itu pas , saya ndak buka kota dikota-kota lain seperti gersik dan sidoarjo, saya ingin konsisten” begitu tutur dwita ketika tim kami mewawancarainya.

Usaha Kecil Yang Menguntungkan    , Cakcuk sekarang sudah memiliki 30 design. Namun Dwita dan tim kreatifnya terus menciptakan design-design terbaru yang tetap berpegang pada loyalitasnya. Yaitu suroboyoan. Menjaga orisinalitas dan rasanya.

Keterkaitan antara brand cakcuk, produk kaos, dan surabaya sungguh sangat terlihat dengan sangat jelas, sehingga menciptakan kesan yang kuat bagi turis dan pelancong bahwa cakcuk adalah central oleh-oleh dan ikon khas surabaya.Konsep design cakcuk sangat beragam, namun lagi-lagi keragaman tersebut tetap dibawah konsep surabaya kota pahlawan.

Kaos Cakcuk Dari Surabaya

Rel konsep atau tema yang dibuat dwita yang diaplikasikan pada souvenir dan kaos cakcuk. Konsep –konsep yang diaplikasikan diantaranya seperti kata-kata dan design kepahlawanan, kata kata kuliner surabaya, kata-kata kotor surabaya, gambar abstrak mengenai misalnya surabaya kota pahlawan, dan surabaya kota makanan.

Kata Jancok sebagai kata kotor khas surabaya sebenarnya memiliki konotasi negatif yang sangat tinggi sekali namun ditangan Dwita kata-kata itu justru menjadi kata-kata yang menciptakan produktifitas dan kreatifitas. Dalam mengembangkan usahanya bapak 5 orang anak ini, mengalami banyak kendala, kendala yang paling utama adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih menghargai produk-produk dalam negeri.

Jika Orang luar negeri mengakui bahwa budaya kita sangat kuat dan memiliki kreatifitas yang sangat tinggi, mengapa kita harus malu mengakui produk kita sendiri. Kualitas budaya Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional.

Dwita mengatakan bahwa dirinya sangat salut terhadap pengusaha-pengusaha muda baru yang bermunculan di industri kreatif, yang lebih untuk menggerakkan dan meningkatkan kebanggan kita terhadap produk kita sendiri.

Cakcuk merupakan salah satu industri kreatif di Indoensia yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Komitmen itulah yang membuat cakcuk bertahan dengan serbuan produk-produk internasional, Usaha Kecil Yang Menguntungkan  Kaos Cakcuk Dari Surabaya

 

Nay Game

Pada tahun 2010, aplikasi mobile game yang bernama “Bubble Ball” diluncurkan di Apple Store. Dalam waktu dua minggu aplikasi ini sudah diunduh 1 juta kali bahkan melampaui “Angry Birds” sebagai game gratis yang paling banyak diunduh dari Apple.

Siapa pembuat Bubble Ball? Robert Nay, seorang remaja 14 tahun tanpa pengalaman coding. Berdasarkan CNN, Nay belajar semuanya melalui perpustakaan umum dan menghasilkan 4,000 kode lisensi untuk puzzle game dalam waktu satu bulan. Nay Games kini menawarkan games untuk membantu para siswa mendapatkan wawasan kosa kata dan pengucapan

Melalui Karir Sebagai Desainer Baju Wanita

Feby Haniv memulai karir sebagai desainer di th. 2009. Waktu itu, ia di kenal sebagai desainer baju wanita melalui Feby Haniv Couture.

“Mulanya woman’s wear dahulu, ” ucapnya.

Feby menyampaikan dianya tekuni usaha baju wanita cukup lama yakni 4 th. 5 bln. atau mulai sejak Desember 2009 sampai April 2014. Sepanjang 4 th. lebih itu, ia sukses membuat karya baju wanita dengan beragam jenis yang tidak sama.

Selanjutnya Feby menerangkan, apabila baju pria yang ia buat lebih memprioritaskan jenis yang unik serta berkesan menawan. Hingga baju yang ia buat segera direspon positif oleh orang-orang terlebih untuk kelas menengah ke atas.
“Itu semuanya tak lepas dari dukungan dari kawan-kawan dekatku serta keluarga terlebih orangtua. Diluar itu juga kan telah lama-lama serta mahal saya belajar fashion serta saya juga fokusnya di man’s wear saat tidak digunakan sih, ” tekannya.

Diluar itu, Feby juga mulai berani ikuti beragam gelaran fashion show yang diselenggarakan di sebagian kota tidak kecil di Indonesia. Akhirnya banyak orang-orang serta media yang melirik serta memberi pujian pada beragam karya baju yang dipamerkan oleh Feby. Hal semacam ini berlangsung sesudah ia memberikan koleksi paling barunya, Venitas Mansion.

“Nah karya yang di men’s wear ini saya keluarin cocok fashion show pertama. Lantaran saat itu kita belum kepikiran Solo Fashion Show yang ada topik serta semua jenis saat itu ingin mengenalkan product kita saja. Namun saat itu kita cukup buat ramai juga ya lantaran ada fashion show man’s wear sejenis jas namun desainernya wanita. Saya mulai bisa perhatian beberapa orang termasuk juga media bahkan juga telah ada peminat, ” katanya.

Be the first to comment on "Kaos Cakcuk Dari Surabaya"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*